MAGELANG – Suasana malam di halaman MIN 2 Magelang mendadak syahdu sekaligus hangat pada Kamis (13/8/2026). Pangkalan Gugus Depan MIN 2 Magelang sukses menggelar agenda Renungan Malam dan Ulang Janji Pramuka dalam rangka menyambut Hari Pramuka ke-65.
Kegiatan yang dimulai sejak petang hari ini diikuti secara antusias oleh seluruh siswa-siswi kelas 5. Meski dilaksanakan di malam hari, raut wajah ceria dan semangat membara tampak jelas dari para anggota Pramuka Penggalang muda tersebut.
Momen Khidmat di Bawah Cahaya Api Unggun
Acara inti diawali dengan prosesi Ulang Janji Pramuka, di mana seluruh peserta mengikrarkan kembali pesan-pesan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Diiringi pembacaan naskah renungan yang menyentuh hati, para siswa diajak untuk merefleksikan kembali peran mereka sebagai generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, disiplin, dan cinta tanah air.
Suasana semakin hangat dan berkesan saat tradisi penyalaan api unggun dimulai. Kobaran api yang membumbung tinggi di tengah halaman sekolah tidak hanya menerangi kegelapan malam, tetapi juga menyimbolkan semangat Pramuka yang tidak pernah padam.
Seru, Lancar, dan Membahagiakan
Tak hanya diisi dengan momen perenungan yang khidmat, suasana berubah menjadi riuh dan membahagiakan saat sesi keakraban di sekitar api unggun. Para siswa kelas 5 saling menampilkan kebolehan, bernyanyi bersama lagu-lagu perjuangan dan Pramuka, serta menikmati dinamika kegiatan luar ruangan yang seru dan penuh kebersamaan.
“Kegiatan berjalan dengan sangat lancar, aman, dan penuh kegembiraan. Melihat antusiasme anak-anak di sekitar api unggun malam ini membuktikan bahwa semangat kepramukaan masih sangat kuat terpancar dari siswa-siswi MIN 2 Magelang,” ujar salah satu pembina Pramuka di lokasi acara.
Melalui kegiatan Renungan Malam dan Ulang Janji ini, diharapkan para siswa kelas 5 MIN 2 Magelang tidak hanya mendapatkan pengalaman yang berkesan, tetapi juga mampu meneladani nilai-nilai Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta serta pembina di depan pendar api unggun yang hangat.